gubernur-jabar-ridwan-kamil-memimpin-video-konferensi-bersama-7_210113213112-602

Emil: Banyak Pengusaha Pindah Lalu Balik Lagi ke Jabar

Pengusaha yang kembali berinvestasi menganggap infrastuktur di Jabar sangat menanggung

REPUBLIKA. CO. ID, BANDUNG — Provinsi Jawa Barat (Jabar) masih menjadi nomor satu dalam realisasi investasi sepanjang tarikh 2020, yakni sebesar Rp 120, 4 triliun. Secara nasional, realisasi nilai investasi di Indonesia tunggal mencapai Rp 826, 2 triliun.

Menurut Gubernur Mencuraikan Ridwan Kamil, ada sejumlah tanda investor yang membuat mereka terseret untuk berinvestasi di Jabar. Ridwan Kamil mengatakan, investor menganggap infrastuktur di Jabar sangat mendukung terhadap rancangan investasi, di mana diakui investor, jika infrastruktur Jabar lebih bagus dari provinsi lain.

“Pembangunan Patimban itu viral di antara para pengusaha dunia sehingga banyak yang terseret masuk Jabar. Ada 13 praja industri baru yang menarik untuk investor di kawasan Rebana, ” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, Selasa petang (26/1).

Hal lainnya, menurut Emil, adalah tingkat produktivitas pekerja Menggambarkan jauh lebih tinggi dibandingkan kawasan lain. Bahkan pengusaha yang mentransfer perusahaannya ke luar Jabar banyak yang balik lagi. “Isu upah tidak terlalu menjadi masalah, tetapi produktifitas pekerja lebih penting, ” katanya.

Emil juga menegaskan tidak membatasi investor dari negara tertentu sekadar. Semua bisa datang untuk berinvestasi sehingga tidak akan ada negeri atau investor yang paling besar di Jabar.

Investor yang datang juga, kata dia, wajib berkomitmen untuk berinvestasi dalam jangka waktu dengan panjang. Ia juga tak malu memberikan akses komunikasi secara langsung bagi para investor.

Menurut Kepala Pranata Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, capaian investasi Jabar kudu dicontoh oleh provinsi lain. “Investasi Jabar terbanyak, provinsi lain perlu belajar dari Kang Emil. Apakah karena ada infrastruktur pendukung sesuai Pelabuhan Patimban atau apa, sehingga menarik datangnya investor ke Menjelajahkan, ” katanya.

Bahlil mengatakan, pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada investasi & konsumsi. Saat ini investasi memberikan andil sebesar 30 persen tengah konsumsi sebesar 57 persen, bagi pertumbuhan ekonomi.

Namun demikian, kata tempat, investasi akan menjadi pintu masuk untuk peningkatan konsumsi yang murni. Jabar menjadi provinsi dengan jumlah investasi terbanyak secara nasional sudah memberikan andil bagi pertumbuhan ekonomi. “Jika ada investasi maka mau ada penyerapan tenaga kerja, memberikan penghasilan dan kepastian pendapatan, jadi konsumsi masyarakat meningkat, ” katanya.

Karena, kata dia, tidak bisa cuma mengandalkan dari lapangan pekerjaan yang disediakan oleh negara, menjadi PNS atau pegawai BUMN, maka perlu peran swasta melalui investasi.

Ia menyebutkan target investasi pada 2020 telah mencapai target. Dari perubahan target menjadi Rp817, 2 triliun, BKPM mendapat Rp826, 2 triliun ataupun 101, 1 persen dari bahan.

Bersandarkan catatan BKPM, pada kuartal I/2020 capaian PMA (Penanaman Modal Asing) sebesar Rp 98 triliun serta PMDN (Dalam Negeri) Rp 112, 7 triliun. Kuartal II penerimaan PMA dan PMDN turun. Ganjil Rp 97, 6 triliun & dalam negeri Rp 94, 3 triliun.

Lalu periode selanjutnya saat negeri mulai mengurangi pembatasan sosial, realisasi naik. PMA lebih tinggi lantaran PMDN yaitu Rp 106, satu triliun dan Rp 102, 9 triliun.

Kuartal akhir tahun ketika UU Cipta Kerja disahkan dan kepastian adanya vaksin kembali membuat PMA lebih tinggi dari PMDN. Besaran modal asing Rp 111, 1 triliun dan dalam negeri Rp 103, 6 triliun.