Buwas Ungkap Pentingnya Kedaulatan Pangan

Buwas Ungkap Pentingnya Kedaulatan Pangan

Tugas Bulog dalam menjaga ketahanan pangan merupakan jihad.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengucapkan, sektor ketahanan pangan hal yang paling fundamental bagi manusia. Pentingnya ketahanan pangan sangat terasa bilamana kondisi pandemi saat ini.

Ia menyatakan, perintah Bulog dalam menjaga ketahanan bertabur merupakan jihad. “Allah SWT menunjukan pandemi, semua boleh lumpuh tapi pertanian tidak. Kekuatan kita cuma satu, pangan. Semua dunia telah menutup pangan untuk kebutuhan per. Kalau kita tidak swasembada oleh sebab itu rawan, ” tutur Buwas masa panen raya di Desa Rancaseneng, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (28/7).

Jadi negara agraris, Buwas mengaku besar akan jerih payah para petani. Menurut Buwas, sudah sepantasnya kerja keras para petani dihargai secara cara menyerap hasil produksi pertanian. Presiden Joko Widodo (Jokowi), cakap Buwas, juga ingin terus menggalakan sektor pertanian agar mampu swadembada dan mencapai kedaulatan pangan.

“Sekarang, ketahanan pangan selalu baru katanya. Buktinya, di kira-kira daerah tidak tahan dan kudu disuplai pangannya, harga naik-turun karena produksi kurang, ” ucap Buwas.

Berbicara ketahanan pangan, kata Buwas, tidak selalu bergantung pada beras. Buwas ingin memerosokkan konsumsi pangan lain seperti jagung hingga ketela.

“Indonesia punya cadangan pangan 35 juta ton per tahun untuk konsumsi pangan. 400 juta ton bagi tahun yang belum diurus yaitu sagu, ” lanjut Buwas.

Buwas menyebut pembenahan mewujudkan ketahanan pangan harus dilakukan dengan bersama-sama, mulai dari hulu maka ke hilir. Salah satu pokok penting, kata Buwas, adalah soal basis data.

“Hari ini kita tidak jelas, barang apa betul surplus atau tidak karena datanya abu-abu. Potensi kita di sini bagus, tapi tata niaga bagaimana? Penguasaan pangan oleh siapa hari ini tidak jelas, ” kata dia.

Buwas menambahkan, keberpihakan terhadap sektor pertanian juga menjadi kunci utama dalam merealisasikan swasembada pangan. Buwas tak ingin alih fungsi lahan langsung terjadi akibat gempuran industri dengan mengakibatkan lahan pertanian terus menyusut. Sebab kondisi ini akan melemahkan gaya pangan dalam negeri yang berimplikasi pada pelemahan bagi negara hendak ancaman dunia luar.

“Indonesia akan dilumpuhkan dari budaya pertanian. Kita diubah dari negara pertanian jadi negara industri. Semakin lama lahan sawah habis berubah jadi tempat industri yang kita tidak mungkin bersaing dengan negeri lain yang sudah lebih pelik, ” ungkap Buwas.

Buwas menilai kedaulatan pangan hendak membuat Indonesia tidak mudah dipengaruhi atau bergantung pada negara asing. Pun apabila diembargo minyak dan ekonomi, lanjut Buwas, Indonesia tentu akan berdiri lantaran mampu menutup kebutuhan pangan rakyatnya.

“Tapi seandainya kalau kita kritis pangan, siapa yang bisa menetap. Tentara tidak makan sebulan, melalui. Pandemi Covid-19 sekarang kita tidak butuh elektronik tapi pangan & kesehatan. Makanya kita tidak bisa abaikan soal pangan, ” cakap Buwas menambahkan.