wali-kota-medan-bobby-nasution-kiri-dan-wali-kota_210420114840-199

Bobby Masih Enggan Minta Maaf Soal Pengusiran Dua Wartawan

Bobby Nasution enggan jawab tuntutan jurnalis yang diusir Paspampres agar minta maaf.

REPUBLIKA. CO. ID, TANGERANG SELATAN — Masalah pengusiran dua jurnalis di kantor Wali Kota Medan pada Rabu (14/4), yang diduga dilakukan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) belum selesai. Para pewarta mendorong Wali Kota Daerah Muhammad Afif Bobby Nasution untuk meminta maaf dan memperbaiki pola komunikasi secara jurnalis.

Sayangnya, hingga saat ini Bobby masih enggan menyampaikan introduksi maaf. Ketika dikonfirmasi sebab wartawan terkait hal itu saat berkunjung ke Pusat Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Puspemkot Tangsel) pada Selasa (20/4), Bobby tidak merespons pertanyaan itu. Menantu Kepala Joko Widodo (Jokowi) itu mengalihkannya ke hal-hal dengan dinilai telah dilakukan Pemkot Medan terhadap jurnalis.

“Yang penting tersebut makna dari pertemuan dengan sudah kita lakukan, ” ujar Bobby tanpa memberi jawaban tentang ada ataupun tidaknya permintaan maaf darinya. Dia menyebut telah melakukan audiensi dengan para pewarta di Kota Medan.

Bobby menerangkan, pihaknya akan lebih memfasilitasi para-para jurnalis yang bertugas meliput di kantor Wali Tanah air Medan. Di antaranya, press room yang posisinya lebih terjangkau, yakni di bagian humas yang berlokasi pada kantor Wali Kota Medan.

“Teman-teman pewarta sudah kita siapkan belakang mobilnya untuk mengikuti di setiap kegiatan, dan ruangannya, ” terang Bobby. Hal tersebut, kata dia dilakukan berbarengan dengan adanya nomenklatur baru yang diatur sistem fakta pembangunan daerah (SIPD).

Puluhan jurnalis Kota Medan dari berbagai media kembali melakukan aksi unjuk rasa pada Senin (19/4) di depan Kantor Pemangku Kota Medan memprotes pengusiran dua jurnalis Medan era melakukan liputan. Dalam ulah yang merupakan ketiga kalinya itu, para jurnalis menuntut agar Wali Kota Kawasan meminta maaf atas kejadian pengusiran kedua jurnalis.

“Ini merupakan pucuk keresahan jurnalis dalam mengakses informasi, terutama ketika mau mewawancarai Wali Kota Bobby Nasution, ” ujar Pemimpin Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan Liston Damanik kaum waktu lalu. Pekerjaan seorang jurnalis, kata dia, dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tarikh 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik yang disahkan oleh Dewan Pers.