seorang-pekerja-migran-indonesia-pmi-berada-di-dalam-kamar_210508212642-764

Belasan Pekerja Migran Asal Kediri Jalani Isolasi

REPUBLIKA. CO. ID, KEDIRI — Belasan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Kediri, Jawa Timur, menjalani proses isolasi setelah mereka tiba pada Tanah Air dan kembali ke kota itu sebagai upaya mengantisipasi penyebaran COVID-19. Pelaksana Tugas Kepala Lembaga Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri Indun Munawaroh mengemukakan data sementara dengan masuk terdapat 15 orang PMI.

Beberapa dari itu ada yang sudah lengkap isolasi dan ada yang masih proses. “Dari 15 orang tersebut, yang kembali (ke rumah setelah isolasi di kelurahan) ada 13 orang, lainnya masih pada tempat isolasi kelurahan, ” kata Indun Munawaroh dalam Kediri, Rabu (12/5).

Ia mengatakan PMI yang pegari dan isolasi tersebut tersebar di berbagai kelurahan provinsi Kota Kediri, seperti Kelurahan Bujel, Banjarmlati, Ngadirejo, Burengan, dan Ketami. Kondisi itu juga sehat, karena sudah diizinkan pulang ke Tanah air Kediri.

“Kalau yang pulang ke Kediri berarti kondisinya sehat. Mereka juga sudah melakukan tes cepat, hasilnya juga negatif, ” sekapur dia.

Para PMI itu menempati ruangan isolasi yang telah disiapkan oleh kelurahan. Di lokasi isolasi selalu telah disiapkan berbagai kemudahan. Selain tempat tidur, serupa ada perlengkapan lainnya termasuk untuk makan juga disiapkan.

Lurah Burengan, Kota Kediri Adi Sutrisno mengatakan Pemerintah Kota Kediri sebelumnya melakukan penjemputan kepada Dwi Nurul Hidayati (50), PMI asal Kelurahan Burengan, Kota Kediri di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya dan diantarkan ke posko PPKM mikro pada Kelurahan Burengan, Kota Kediri.

Ia menambahkan saat arahan Dwi di kelurahan, pihaknya juga telah menerapkan adat kesehatan yang berlaku, laksana meminta yang bersangkutan untuk mencuci tangan, pengecekan guru tubuh hingga dimohon untuk tetap mengenakan masker. Untuk tempat isolasi, Adi menyampaikan sejumlah fasilitas yang telah disediakan bagi para PMI selama ia melakukan isolasi. “Fasilitas yang kami sediakan tempat tidur dan galang, kipas angin, televisi, jaringan internet gratis, dan generator jika sewaktu-sewaktu listrik padam, ” kata Adi.

Ia mengatakan Dwi juga sudah melakukan tes usap yang dilakukan petugas Puskesmas Pondok II Kota Kediri & hasilnya negatif COVID-19. Buat itu, ia diizinkan kembali ke rumahnya untuk melanjutkan isolasi mandiri selama 14 hari.

Dwi Nurul Hidayati (50) mengaku lega dia bisa kembali ke sendi setelah bekerja di Hong Kong. Ia mengatakan penyajian yang diberikan pemkot untuk PMI sangat baik. “Pelayanannya sangat bagus, setelah 3 tahun tidak pulang ke Kediri, saya merasa disambut dengan istimewa. Ruangannya juga bersih, fasilitas memadai, apalagi ada jaringan internet gratisnya juga, ” kata Dwi.

sumber: KURUN