Belahan Kembar yang Kembali Bertemu Setelah Puluhan Tahun

Belahan Kembar yang Kembali Bertemu Setelah Puluhan Tahun

Keributan di Ambon membuat keduanya terbelah.

REPUBLIKA. CO. ID, TASIKMALAYA — Dua saudara kembar, Trena Mustika (24 tahun) dan Treni Fitriyana (24), balik bertemu setelah puluhan tahun terbelah, Kamis (22/10) sekira pukul 04. 30 WIB. Tangis haru membumbui momen pertemuan mereka di Stasiun Tasikmalaya pagi itu.

Penyambutan memang sengaja dilakukan kepada Treni yang datang Blitar, Jawa Timur, menggunakan Kereta Api (KA) Kahuripan. Seluruh anggota keluarga ikut datang menyambut kedatangan Treni yang selama ini tak jelas kabarnya.

“Saya nahan-nahan gak nangis, akhirnya nangis juga, ” kata Treni sesudah bertemu keluarganya.

Rasa haru dan bahagia Treni semakin memuncak setelah bertemu saudara kembarnya, Trena. Ia tidak menyangka saudara kembarnya itu ikut menyambut di Stasiun Tasikmalaya. Real, sebelumnya Trena berkabar akan menunggu di rumah

“Saya kaget, masuk mobil tahu-tahu ada Trena, ” sirih dia.

Kisah pertemuan Trena dan Treni berawal dari media sosial (medsos) Tik Tok. Ketika itu, Treni mengunggah sebuah video tentang dirinya. Namun, tetangga Trena di Tasikmalaya mengira video itu merupakan tiruan Trena.

Trena yang tak tahu-menahu melanggar video itu pun sempat gagap. Sebab, ia tak pernah mengunggah video seperti itu. Namun, wujud di dalam video tersebut sangat mendekati dengan dirinya.

Dari hal itu, Trena dan Treni mulai mencari cakap satu sama lain. Trena apalagi menghubungi Treni yang berada pada Jawa Timur. Hingga akhirnya, mereka berdua meyakini terikat dalam satu hubungan saudara.

Trena dan Treni tumbuh di Maluku, 24 tahun suram. Karena urusan kepercayaan dan kejadian lainnya, mereka berdua dipisahkan. Trena diasuh oleh keluarga aslinya, tatkala Treni diasuh oleh keluarga transmigran dari Jawa.

Namun, kerusuhan di Ambon membuat keduanya terpisah. Treni bertambah dulu dibawa oleh pengasuhnya untuk tinggal di Jawa Timur dalam 1996. Sementara Trena dibawa oleh kedua orang tuanya kembali ke kampung halaman di Tasikmalaya dalam 1999.

Sejak saat itu, keduanya kandas komunikasi. Pihak keluarga sempat membongkar-bongkar satu sama lain, tapi tak juga membuahkan hasil. Setelah puluhan tahun berlalu, baru keduanya balik dipertemukan.

Kini, Trena dan Treni sama-sama tak kuasa menahan air matanya. Mereka terus berpelukan di dalam mobil dengan tangisan yang terus bercucuran.