kri-dr-soeharso-990-kanan-dan-kal-rejegwesi-kiri_210424135252-384

Awak KRI Nanggala Diyakini Hemat Oksigen Sejak Awal Hilang

Pencarian KRI Nanggala dilakukan pada sembilan area di perairan Bali.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Titik terang penemuan kapal selam Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Nanggala-402 hingga kini belum tampak. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, namun meyakini awak kapal selam pasti melakukan prosedur penghematan oksigen sejak kapal hilang kontak.

Upaya penghematan dilakukan supaya pasokan zat pembakar dapat tetap tercukupi meski secara perhitungan persediaan zat asam habis hari ini sekira pukul 03. 00 WITA. “Mereka pastinya akan proses prosedur penghematan oksigen, ” ujar Julius saat dihubungi wartawan lewat telepon, Sabtu (24/4).

Dia menjelaskan, prosedur penghematan oksigen tersebut dapat dilakukan dengan meminimalisasi pergerakan di dalam kapal. Prajurit di kapal selam juga dapat tidur untuk menghemat oksigen sepanjang proses penyelamatan berlangsung pada permukaan laut.

“Misalnya tidak banyak beraktivitas, dan juga bisa tidur saja di dalam kapal, ” jelas dia.

Di samping tersebut, Julius juga menyatakan, pencarian hingga saat ini masih terus dilakukan. Pencarian dilakukan di sembilan area yg diduga menjadi tempat kapal selam buatan Jerman itu hilang kontak. Titik pencarian tersebar di jarak 23 mil dari Utara Bali atau sekitar 43 kilometer dari Celukan Bawang.

Menurut dia, sembilan area itu berada pada kawasan perairan Bali. Lokasi-lokasi itu termasuk lokasi tumpahan minyak dan tarikan magnet kuat yang sebelumnya sempat terdeteksi oleh salah satu KRI dan helikopter yang melakukan pemantauan di lokasi. “Pencarian masih di sembilan area itu ya, inch kata dia.

Terkait bantuan untuk proses pencarian KRI Nanggala-402, dia meneranglan, pesawat P-8 Poseidon milik AL Amerika Serikat sudah tiba di Bali. Pesawat patroli maritim milik Negeri Paman Sam yang dirancang khusus untuk misi pencarian di lautan, khususnya mencari kapal selam, tersebut akan segera melakukan pencarian.

“Jam 16. 00 WITA akan take off, akan melakukan kegiatan (pencarian), ” kata Julius.

Julius mengungkaplan, hingga siang tadi belum wujud perkembangan teranyar berkaitan oleh penyelamatan KRI Nanggala-402. Meski begitu proses pencarian masih terus difokuskan di sembilan area yang berada di kawasan perairan Bali.

Terkait kapal save milik Singapura, yakni MV Switch, Julius menjelaskan, jadwal kedatangannya mundur dari yg sebelumnya dijadwalkan. Kapal tersebut diperkirakan baru akan tiba di lokasi pencarian sekira Ahad (24/4) sekitar pukul 02. 33 WITA.

“MV Swift belum datang, jadi mundur dia, ” jelas dia.

Selain pesawat Poseidon milik Amerika Serikat, bantuan asing yang juga telah tiba di lokasi ialah kapal Ballarat dari Austalia. “Kalau HMAS Sirius diperkirakan tiba di 28 April, ” terang Julius.