Apakah Ikhlas Berarti Merelakan?

Apakah Ikhlas Berarti Merelakan?

Banyak yang mengartikan ikhlas dengan kerelaan.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA – Sering kali orang-orang menggunkan kata ikhlas dalam konteks merelakan seseorang ataupun sesuatu yang telah menimpanya. Contoh, saat kepergian orang yang disayangi, mereka akan mengatakan “Tidak apa-apa, saya sudah ikhlas, sudah rela. ” Namun, apakah arti sebenarnya ikhlas adalah merelakan?

Pendiri Pusat Studi Alquran (PSQ), Prof. M. Quraish Shihab mengatakan ikhlas terambil dari kata khalis yang diterjemahkan bersih. Bersih yang dimaksud adalah sesuatu yang didahului oleh sesuatu yang kotor ataupun tidak sesuai dengan substansinya.

“Misal, ada gelas diisi air murni. Air ini jika tidak tercampur dengan yang lain dalam bahasa Arab, bahasa keyakinan dinamakan shofi dengan artinya suci. Tapi kalau sudah tercampur dengan yang lain, tempat sudah tidak suci. Makanya untuk menyucikan lagi apa yang tercampur tadi harus dikeluarkan dari kotoran.

Upayanya untuk membersihkan itu yang dinamakan ikhlas, ” kata Quraish Shihab dalam video bertajuk Ikhlas Berbeda dengan Merelakan di kanal Youtube Najwa Shihab.

Lebih lanjut dia mengatakan, setiap orang mempunyai hal-hal di dalam hati yang tidak bertemu dengan apa yang dikehendaki Allah. Hal-hal itu yang harus dibersihkan. Quraish mencontohkan dengan praktik shalat.

Shalat bisa menjadi ikhlas dan bisa menjadi tidak. Jika seseorang melakukan shalat supaya orang tahu, itu disebut riya.
Ikhlas memang sangat suram dilakukan. Sebab, kata dia ikhlas lawannya bisa terjadi sebelum, sekilat, atau sesudah amal.

“Contohnya saya sudah ikhlas suka shalat, saat sudah takbir, beta niat baca Al-fatiha dan Al-Ikhlas. Tiba-tiba saat shalat mendengar ada orang yang bunyikan bel. Muncul perasaan karena tidak mau didengar baca surat pendek, akhirnya baca Al-Baqarah yang panjang. Apakah itu ikhlas? Tidak, ” ujar dia.

Ada ungkapan, seluruh manusia akan binasa kecuali itu yang beramal. Semua yang menyumbang akan binasa kecuali mereka dengan ikhlas. Mereka yang ikhlas bahkan bisa terancam binasa karena mereka tidak tahu apakah keikhlasannya dinilai Tuhan sudah ikhlas atau belum.

“Karena lawan sejak ikhlas itu riya, berjalan di dalam jiwa manusia seperti berjalannya semut hitam di batu yang halus di tengah gelapnya malam, tak terasa dan tidak terlihat makanya menjadi sangat sulit, ” ucap dia.

Terkait jujur yang banyak orang mengartikannya jadi merelakan, kata Quraish itu tidak dalam pengertian agama. Dalam keyakinan, ikhlas adalah menyucikan. Menyucikan sesuatu yang tercampur dan dilarang oleh Tuhan dalam hati manusia.

“Jadi, kita mohon bantuan Allah agar keikhlasan kita diterima oleh-Nya. Ikhlas adalah rahasia antara hamba dengan Tuhan, ” introduksi dia.