60 Persen Produksi Nikel Wajib Diolah Dalam Negeri

60 Persen Produksi Nikel Wajib Diolah Dalam Negeri

Order hilirisasi nikel untuk menghasilkan aki tengah dikerjakan konsorsium BUMN.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Pemerintah mengambil kerja sama pembangunan holding aki Indonesia dengan investor luar kampung. Hanya saja, pemerintah ingin bahwa produksi nikel ini bukan buat dibawa ke luar negeri, akan tetapi wajib diolah di dalam kampung.

Deputi Tempat Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Maritim dan Investasi, Septian Hario Seto menjelaskan BUMN yang sungguh terlibat dalam holding baterai Indonesia ini perlu meningkatkan manfaat pada negeri. Salah satunya, kata Seto, adalah sebanyak 60 persen nikel yang dipasok Antam nanti minimal harus diolah di dalam jati.

“60 persen dari nikel yang mereka peroleh harus diproses menjadi baterai di Indonesia. Itu adalah permintaan kita. Jadi kita nggak mau mereka dapat nikel kita, tapi proses baterainya dalam luar negeri, ” kata Seto, Rabu (16/12).

Proyek hilirisasi nikel untuk menghasilkan produk akhir baterai dengan tenga dikerjakan oleh konsorsium BUMN terdiri atas holding pertambangan MIND ID melalui Antam, PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Rencananya, baterai kendaraan listrik tersebut pun bisa diproduksi mulai tahun 2024.

Kesepakatan awal sudah diteken kurun PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan konsorsium CATL, perusahaan baterai asal China. Nantinya CATL dengan akan mengolah nikel yang dipasok oleh Antam untuk menjadi produk komponen pembuatan baterai.

Sebelumnya, Orias Petrus Moedak, CEO MIND ID, mengungkapkan anggota holding baterai pun terbuka untuk membentuk joint venture (JV) atau menggandeng mitra dari dalam negeri maupun asing, pada di setiap rantai bisnis (value chain) pabrik baterai.

“Jadi CATL akan lanjut perjanjian dengan Antam, untuk LG Chem negosiasinya dipimpin oleh Pertamina. Itu pembagian tugas, sesuai arahan Gajah BUMN supaya bisa berjalan secara cepat rencana untuk holding aki ini dan kerjasama dengan mitra-mitra asing, ” kata Orias.

Dia meminta kesepakatan kerja sama dengan calon mitra yakni konsorsium CATL serta LG Chem bisa rampung dalam awal tahun depan. “MIND mencita-citakan awal tahun depan bisa tersedia kesepakatan dengan calon mitra dan di dalam value chain baterai ini, baik tambang sampai dengan battery pack dan masuk sampai ke pada daur ulangnya, mampu sepakati.

”Jadi ini yang disiapkan, dan negosiasi berjalan terus dengan per pihak, ” kata Orias.