532, 9 Ton Bahan Peledak Dimusnahkan di Karimun, Riau

532, 9 Ton Bahan Peledak Dimusnahkan di Karimun, Riau

Bahan peledak itu jenis amonium nitrat.

REPUBLIKA. CO. ID, KARIMUN — Sebanyak 532, 9 ton sasaran peledak amonium nitrat dimusnahkan dalam Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Pemusnahan dilakukan dengan cara dimasukkan ke dalam lubang galian dan disiram air hingga larut. Selanjutnya ditimbun dengan tanah agar senyawa aktifnya hilang.

Pemusnahan dipimpin Besar Kejaksaan Tinggi Kepri Sudarwidadi & disaksikan segenap unsur pimpinan FKPD yang dilakukan di halaman pungkur kantor Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepri dalam Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Rabu (9/9). Kajati Kepri menyatakan bahan bukti ini merupakan hasil penindakan hukum dari sepuluh perkara yang ditangani instansi Bea dan Bea sejak 2012. Dengan rincian tiga perkara dari Kota Tanjung Pinang, dan tujuh perkara dari Kabupaten Karimun.

“Perkaranya sudah ditindaklanjuti Kejari Tanjungpinang dan Kejari Karimun hingga ke meja persidangan, dan telah berdaya hukum tetap untuk dimusnahkan, ” ungkap Sudarwidadi.

sebelum dilakukan pemusnahan, lanjutnya, barang bukti ini sempat dilakukan pelelangan, namun dalam prosesnya merasai kendala.

Kendala itu adalah harus memeriksa pembeli dalam pelelangan, juga adanya peraturan Kapolri nomor 17 tarikh 2017 tentang perizinan, pengaman, perlindungan dan pengendalian bahan peledak menguntungkan.

“Dengan berbagai faktor dan pertimbangan serta dari hasil pertemuan dengan pihak-pihak yang berkompeten, akhirnya amonium nitrat ini diputuskan untuk dimusnahkan, ” tegasnya.

Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto mengaku khawatir jika barang bukti ini tidak segera dimusnahkan, karena berkaca dari peristiwa ledakan di Beirut, Lebanon, dipicu meledaknya amonium nitrate. “Kalau amonium nitrat ini meledak, Pulau Karimun bisa tenggelam, ” imbuhnya. Selama ini, ratusan ton amonium nitrat tersebut dititip di gudang Bea dan Cukai karena Kejari Karimun tidak memiliki gudang penyimpanan.