23 Ribu Peserta Terdaftar UTBK di UNS

23 Ribu Peserta Terdaftar UTBK di UNS

Sebanyak 29 peserta UTBK di UNS berpangkal dari luar eks Karesidenan Surakarta.

REPUBLIKA. CO. ID, SOLO — Sebanyak 23. 425 peserta terdaftar mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada Pusat UTBK Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Ribuan peserta itu berasal dari 30 provinsi.

Rektor UNS Jamal Wiwoho memantau langsung pelaksanaan UTBK keadaan pertama di UNS pada Ahad (5/7). Jamal mengatakan, jumlah pengikut tersebut terdiri dari 16. 658 peserta atau 71 persennya datang dari eks Karesidenan Surakarta. Lalu sisanya 6. 767 peserta ataupun 29 persennya berasal dari luar eks Karesidenan Surakarta.

UTBK di UNS dilaksanakan dalam 14 lokasi ujian yang berisi 44 ruang dengan kapasitas total 620 peserta per sesi atau 1. 240 peserta per keadaan.

Jumlah total sesi UTBK di UNS sebanyak 38 sesi. Terdiri dari 20 sesi pada Gelombang I dan 18 sesi pada Gelombang II. UTBK Gelombang I yang digelar 5-14 Juli 2020 diikuti 12. 395 pengikut.

“Pada hari prima pelaksanaan UTBK, jumlah peserta dengan hadir pada sesi pertama sebanyak 478 orang atau 77, 1 persen. Sementara peserta yang tak hadir sebanyak 142 orang ataupun 22, 9 persen. Seluruh peserta yang tidak hadir berasal daripada luar eks Karesidenan Surakarta, ” kata Jamal dalam jumpa pers seusai meninjau pelaksanaan UTBK, Satu (5/7).

Dalam UTBK UNS 2020, lanjutnya, terdapat peserta berkebutuhan khusus disabilitas netra sebanyak tiga orang. Dua orang antara lain akan melaksanakan UTBK pada Selasa (7/7), sedangkan satu orang hendak melaksanakan ujian pada Selasa pasar berikutnya.

Peserta berkebutuhan khusus disabilitas netra akan difasilitasi dengan software khusus, dan pelaksanaannya dibantu oleh pendamping.

Keelokan menambahkan, jumlah peserta yang terdaftar pada UTBK Gelombang II dengan digelar pada 20-29 Juli 2020 sebanyak 11. 030 peserta. Pengikut yang berasal dari luar daerah eks Karesidenan Surakarta dapat mengikuti UTBK di daerah masing-masing pada gelombang II.

“Peserta cukup menunggu informasi lebih sendat dari Lembaga Tes Masuk Sekolah tinggi (LTMPT). Penyelenggaraan UTBK di wilayah masing-masing akan dikoordinasikan oleh LTMPT, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ” ucap Jamal.

Keindahan menekankan, pelaksanaan UTBK di Kampus UNS memprioritaskan kesehatan dan keselamatan semua yang terlibat dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Pusat UTBK UNS telah melaksanakan pelatihan penegakan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 bagi seluruh pimpinan fakultas, panitia pelaksana, penanggung jawab lokasi (PJL), pengawas ujian, tim teknisi, tim keamanan dan kesopanan, serta tim kebersihan.

Pusat UTBK UNS juga menyimpan fasilitas kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Seluruh panitia dilengkapi secara Alat Pelindung Diri (APD). Peserta UTBK diberi fasilitas sarung tangan gratis.

Kemudian, semesta lokasi ujian dilengkapi dengan termometer tembak, penyanitasi tangan, tempat cuci tangan, dan ruang transit pengikut yang ditata sesuai protokol kesehatan tubuh.

“Tata ruang UTBK diatur sedemikian rupa untuk mengelola jarak antar peserta minimal 1, 5 meter arah kanan-kiri & depan-belakang. Ini dilakukan supaya tidak menjadikan klaster baru Covid-19, ” paparnya.

Jamal menambahkan, peserta yang menghadapi situasi perlu sehingga tidak dapat mengikuti UTBK gelombang I dan II wajib melapor kepada Pusat UTBK UNS dengan menyertakan bukti. Setelah laporan diverifikasi, peserta dapat mengikuti UTBK Tahap Cadangan yang digelar pada 30 Juli–2 Agustus 2020.