109 Calon Penumpang Ditolak Naik SOPAN SANTUN

109 Calon Penumpang Ditolak Naik SOPAN SANTUN

Mereka ditolak menumpu dokumen kesehatan calon penumpang.

REPUBLIKA. CO. ID, PURWOKERTO — Sejak 12 Juni 2020, sejumlah KA reguler tiba dioperasikan melayani rute yang melintasi wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto, Jawa Tengah. Namun, tersedia sejumlah penumpang yang terpaksa ditolak menaiki KA karena tidak mempunyai berkas yang dipersyaratkan.

Mereka ditolak menyangkut sertifikat kesehatan calon penumpang. Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Supriyanto menyampaikan, sejak 12 April 2020 lalu, ada 109 bahan penumpang di stasiun wilayah Daop 5 yang dibatalkan perjalannya. Termasuk pada hari ini, ada sebesar 31 calon penumpang yang dibatalkan perjalannya.

Dia menuturkan, penumpang yang terpaksa dilarang terangkat KA tersebut, antara lain tidak bisa menunjukkan hasil rapid test yang menunjukkan hasil nonreaktif, atau hasil tes swab yang menunjukkan hasil negatif Covid-19.

“Khusus yang melakukan perjalanan ke Jakarta, ternyata tidak memiliki SIKM (Surat Izin Keluar Masuk) Jakarta, ” kata Supriyanto, Senin (15/6).

Supriyanto mengingatkan agar calon penumpang yang hendak menggunakan KA mempersiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan. Sejak pengoperasian kembali perjalanan SOPAN SANTUN reguler 12 Juni 2020, PT KAI telah menyusun langkah-langkah ‘Adaptasi Kebiasaan Baru’ yang harus dipatuhi seluruh calon penumpang mulai era pembelian tiket, boarding , saat berada di provinsi stasiun, dan saat di penjelajahan.

Mengutip pernyataan Eksekutif Utama PT KAI Didiek Hartantyo, Supriyanto menyatakan, pengoperasian kembali KA reguler ini tetap harus diikuti dengan penegakkan protokol pencegahan covid-19 yang ketat.

Jarang lain, calon penumpang atau mukadimah yang hendak masuk stasiun kudu mencuci tangan di wastafel dengan sudah disediakan PT KAI & diukur suhu tubuhnya. Penumpang juga harus mematuhi batas antre yang tersedia, menghindari kontak fisik secara petugas boarding , dan diimbau rutin mencuci lengah di tempat yang telah tersedia di stasiun.

Istimewa calon penumpang, Supriyanto menyatakan, selain harus dilengkapi dokumen kesehatan yang dipersyaratkan, setiap penumpang KA Renggang Jauh maupun Lokal harus dalam kondisi sehat, wajib menggunakan kedok, dan menggunakan pakaian lengan lama atau jaket.

”Jika saat proses boarding ada penumpang tidak memenuhi ketentuan tersebut, maka tidak diperkenankan melakukan perjalanan & bea pembelian tiket akan dikembalikan 100 persen, ” kata Supriyanto.