10 Tahun Kemoterapi: 'Saya Beruntung Imbalan Ditanggung'

10 Tahun Kemoterapi: ‘Saya Beruntung Imbalan Ditanggung’

Lilik mengiakan memperoleh banyak kemudahan dalam mengakses layanan BPJS Kesehatan.

REPUBLIKA. CO. ID, SLEMAN —  Setiap orang berharap mampu menjalani hidup sehat tanpa menderita penyakit apapun. Namun jika Tuhan menguji seseorang dengan penyakit tertentu, maka tidak ada cara asing agar ia berusaha untuk mengobatinya.

Hal itu yang diungkapkan oleh Lilik Kuncahyo saat ditemui kaum waktu lalu. Warga Plosokuning, Minomartani ini bercerita jika sejak 10 tahun lalu, istri tercintanya, Erna Arti, harus menjalani kemoterapi kelanjutan sakit yang dialaminya.

“Sejak 2010 sudah dikemoterapi karena penyakit kanker, sampai masa ini juga masih menjalani kemoterapi. Sekarang hampir selesai, istri saya menjalani pengobatan rutin. Istri saya mengaku pusing. Setelah diperiksa tersedia benjolan di bagian (syaraf) kepalanya. Kemudian menjalani kemoterapi lagi, ” kata Lilik dalam rilis pers BPJS Kesehatan yang diterima pers, kemarin.

Selama menjalani proses kemoterapi, Lilik mengaku menebus banyak kemudahan dalam mengakses servis BPJS Kesehatan untuk terapi yang dijalani istrinya. Kemoterapi dijalani sang istri sejak tahun 2010 berarakan setelah dokter mengatakan ada kanker di payudaranya.

Belum selesai menjalani kemoterapi di bagian kepala, sejak 2019 Erna serupa menjalani kemoterapi di bagian lain. Dokter menemukan adanya cairan dalam bagian paru-paru. Hingga kini, Erna masih menjalani kemoterapi untuk mengobati penyakitnya.

“Kemoterapi bersandar tahapannya. Setelah kemoterapi pertama harus dipantau oleh dokter. Setelah itu diminta kemoterapi lagi oleh tabib, bisa dua pekan setelahnya atau besar bulan setelahnya. Tergantung kondisi aib dalam tubuh pasien, ” kata Lilik lagi.

Dia tak bisa membayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan jika tidak ada Program JKN-KIS. Mengingat tindakan kemoterapi adalah tindakan medis dengan bea yang sangat mahal, sehingga tak sedikit orang yang tidak piawai membiayai kemoterapi tanpa adanya tanggungan kesehatan.

Beruntung, perkara biaya untuk kemoterapi bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan. “Program JKN-KIS ini sangat membantu hamba dan keluarga saya, ” katanya, menegaskan.

Lilik berpesan kepada warga kelompok untuk yang belum menjadi pengikut JKN-KIS: “Mari kita jaga berhubungan keberadaan program ini, karena secara program ini kita bisa menolong sesama yang membututhkan. Dan hamba berharap dengan pengobatan rutin tersebut, istri saya bisa sembuh, ” ucap dia.